Rabu, 28 November 2012
Seorang Ibu terduduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau, di temani Anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.
Si Ibu bertanya : " Itu burung apa yang berdiri di sana ?? "
Si Anak Menjawab : " Bangau Mama ... " (dengan sopan).
Tak lama kemudian Si Ibu bertanya lagi ...
Si Ibu : " Itu yang warna putih burung apa ?"
Sedikit kesal Anaknya menjawab : "Ya bangau juga Mamaaa..."
Kemudian ibunya k...
embali bertanya :
" Lantas itu burung apa ?" Ibunya menunjuk burung bangau
tadi yang sedang terbang...
Dengan nada kesal Si Anak menjawab : "Ya bangau mamaaa, kan sama saja !! Emanknya mama gak liat dia terbang... !! "
Air menetes dari sudut mata Si Mama sambil berkata pelan :
"Dulu 26 tahun yang lalu aku memangkumu dan menjawab
pertanyaan yang sama untukmu sebanyak 10 kali, sedang
saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tapi kau membentakku 2 kali..."
Si anak terdiam ... dan memeluk mamanya.
Subhanallah..
Pernahkah kita memikirkan apa yang telah diajarkan oleh
seorang Ibu kepada kita ?
Yuuk.. Sayangilah Mama/Ibu (bagi yang Mama/Ibu-nya masih hidup) dengan sungguh-sungguh.
" Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia. " (Al-Isra : 23 )
BAHAYA NGRUMPI
Sabtu, 24 November 2012
Berterimakasihlah pada orang yang telah melukai hatimu, karena dia telah membuatmu kuat...
Berterimakasihlah pada orang yang telah membohongimu,karena dia telah membuatmu lebih bijaksana...
Berterimakasihlah pada orang yang telah membencimu,karena dia telah mengasah ketegaranmu...
...
Berterimakasihlah pada orang yang telah mengkhianatimu,karena dia telah melatih kesabaran dan menguji kesetiaanmu...
Berterimakasihlah pada orang yang mengecewakanmu,karena dia telah melatihmu untuk lebih ikhlas...
Berterimakasihlah pada orang yang menjaga dan mengerti semua keadaanmu,karena disitulah Rahman ALLAH AZZA WA JALLA ada bersamamu...
Berterimakasihlah pada orang yang telah membohongimu,karena dia telah membuatmu lebih bijaksana...
Berterimakasihlah pada orang yang telah membencimu,karena dia telah mengasah ketegaranmu...
...
Berterimakasihlah pada orang yang telah mengkhianatimu,karena dia telah melatih kesabaran dan menguji kesetiaanmu...
Berterimakasihlah pada orang yang mengecewakanmu,karena dia telah melatihmu untuk lebih ikhlas...
Berterimakasihlah pada orang yang menjaga dan mengerti semua keadaanmu,karena disitulah Rahman ALLAH AZZA WA JALLA ada bersamamu...
... SEBUAH KISAH NYATA TENTANG KEBAIKAN ...
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Suatu hari saya naik angkutan kota dari Darmaga menuju Terminal Baranangsiang, Bogor. Pengemudi angkot itu seorang anak muda. Didalam angkot duduk 7 penumpang, termasuk saya. Masih ada 5 kursi yg belum terisi.
Di tengah jalan, angkot2 saling mnyalip untuk berebut penumpang. Tapi ada pmandangan aneh. Di depan angkot yg ka...
mi tumpangi, ada seorang ibu dgn 3 orang anak remaja berdiri di tepi jalan. Tiap ada angkot yg berhenti dihadapannya, dari jauh kami bisa melihat si ibu bicara kepada supir angkot, lalu angkot itu melaju kembali.
Kejadian ini terulang beberapa kali. Ketika angkot yg kami tumpangi berhenti, si ibu bertanya: “Dik, lewat terminal bis ya?”, supir tentu menjawab “ya”. Yang aneh si ibu tidak segera naik. Ia bilang “tapi saya dan ke 3 anak saya tidak punya ongkos.” Sambil tersenyum, supir itu menjawab “gak papa Bu, naik saja”, ketika si Ibu tampak ragu2, supir mengulangi perkataannya “ayo bu, naik saja, gak papa ..”
Saya terpesona dgn kebaikan Supir angkot yg masih muda itu, di saat jam sibuk dan angkot lain saling berlomba untuk mencari penumpang, tapi si Supir muda ini merelakan 4 kursi penumpangnya untuk si ibu & anak2nya.
Ketika sampai di terminal bis, 4 penumpang gratisan ini turun. Si Ibu mengucapkan terima kasih kepada Supir. Di belakang ibu itu, seorang penumpang pria turun lalu membayar dengan uang Rp.20 ribu. Ketika supir hendak memberi kembalian (ongkos angkot hanya Rp.4 ribu) Pria ini bilang bahwa uang itu untuk ongkos dirinya & 4 penmpang gratisan tadi. “Terus jadi orang baik ya, Dik ” kata pria tersebut kepada sopir angkot muda itu ...
Sore itu saya benar2 dibuat kagum dengan kebaikan2 kecil yg saya lihat. Seorang Ibu miskin yg jujur, seorang Supir yg baik hati, & seorang penumpang yg budiman. Mereka saling mendukung untuk kebaikan.
Andai separuh saja bangsa kita seperti ini, maka dunia akan takluk oleh kebaikan kita! Silahkan disebar jika menurut anda hal ini patut di contoh sebagai cara berbuat kebajikan.
- (Kukuh Nirmala, di Jakarta) -
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Suatu hari saya naik angkutan kota dari Darmaga menuju Terminal Baranangsiang, Bogor. Pengemudi angkot itu seorang anak muda. Didalam angkot duduk 7 penumpang, termasuk saya. Masih ada 5 kursi yg belum terisi.
Di tengah jalan, angkot2 saling mnyalip untuk berebut penumpang. Tapi ada pmandangan aneh. Di depan angkot yg ka...
mi tumpangi, ada seorang ibu dgn 3 orang anak remaja berdiri di tepi jalan. Tiap ada angkot yg berhenti dihadapannya, dari jauh kami bisa melihat si ibu bicara kepada supir angkot, lalu angkot itu melaju kembali.
Kejadian ini terulang beberapa kali. Ketika angkot yg kami tumpangi berhenti, si ibu bertanya: “Dik, lewat terminal bis ya?”, supir tentu menjawab “ya”. Yang aneh si ibu tidak segera naik. Ia bilang “tapi saya dan ke 3 anak saya tidak punya ongkos.” Sambil tersenyum, supir itu menjawab “gak papa Bu, naik saja”, ketika si Ibu tampak ragu2, supir mengulangi perkataannya “ayo bu, naik saja, gak papa ..”
Saya terpesona dgn kebaikan Supir angkot yg masih muda itu, di saat jam sibuk dan angkot lain saling berlomba untuk mencari penumpang, tapi si Supir muda ini merelakan 4 kursi penumpangnya untuk si ibu & anak2nya.
Ketika sampai di terminal bis, 4 penumpang gratisan ini turun. Si Ibu mengucapkan terima kasih kepada Supir. Di belakang ibu itu, seorang penumpang pria turun lalu membayar dengan uang Rp.20 ribu. Ketika supir hendak memberi kembalian (ongkos angkot hanya Rp.4 ribu) Pria ini bilang bahwa uang itu untuk ongkos dirinya & 4 penmpang gratisan tadi. “Terus jadi orang baik ya, Dik ” kata pria tersebut kepada sopir angkot muda itu ...
Sore itu saya benar2 dibuat kagum dengan kebaikan2 kecil yg saya lihat. Seorang Ibu miskin yg jujur, seorang Supir yg baik hati, & seorang penumpang yg budiman. Mereka saling mendukung untuk kebaikan.
Andai separuh saja bangsa kita seperti ini, maka dunia akan takluk oleh kebaikan kita! Silahkan disebar jika menurut anda hal ini patut di contoh sebagai cara berbuat kebajikan.
- (Kukuh Nirmala, di Jakarta) -
Langganan:
Postingan (Atom)